Perkembangan industri perfilman Indonesia tak hanya memberikan pengaruh positif. Ada juga sisi negatifnya. Seperti yang diungkapkan aktor kawakan, Deddy Mizwar bahwa ia menyayangkan keberadaan perfilman nasional saat ini yang sering dijadikan komoditas untuk cari uang saja tanpa memperhatikan moral dan nasionalisme.
"Lihat saja sekarang, kalau film hantu laris ... yang lainnya ikut-ikutan membuat film hantu," kata Deddy di Purwokerto, Sabtu (14/6).
Bahkan belakangan ini, kata dia, muncul film-film bertemakan komedi seks yang sering kali tidak memperhatikan moral dan nasionalisme.
Menurut dia, sebuah film seharusnya bisa menggambarkan realita kehidupan manusia di mana film itu dibuat. "Namun film komedi seks seperti XL, apakah bisa menunjukkan realita masyarakat Indonesia?" tanyanya.
Bagi Deddy, film-film yang tidak bertemakan hantu maupun komedi seks, seperti AYAT AYAT CINTA dan NAGA BONAR JADI 2 ternyata juga laku di pasaran.
Ia mencontohkan sosok pencopet dalam film NAGA BONAR yang dibintanginya. Dalam film tersebut, digambarkan seorang pencopet yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
"Jadilah pencuri yang mencuri perhatian dunia dengan sebuah prestasi," ujar Deddy berkelakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar