Rabu, 01 April 2009

Trainspotting Dahsyat


Emang ikut mabok klo
nonton film ini, beda banget dengan gaya indienya
guy ritchie yg fun ato vulgar ala tarantino.
ini film aneh, sama dengan nonton karya kubrick
seperti 'a space odyssey' ato 'clockwork orange'.

tapi mungkin esensinya bukan pada naskah ato problem
berikut solvingnya, tapi menekankan cara penyampaiannya.
maka kalo mo masuk ke dunia trainspotting udah persis
kudu 'menyelam' alias kejeblos ke lubang toilet itu.

buat intermezo, klo film tentang addicted drugs yg
berkesan buat gw adalah 'the boost'nya james woods.
tapi emang film drama ini berbeda dengan trainspotting.

kalo tentang film british versus hollywood, mungkin bisa
diibaratkan bahwa tradisi kesenian inggris mewakili eropah
yang masih ketat dengan aturan baku (clasic or konservatif?)
sementara hollywood lebih ke industri hiburan dan massal.
tapi generalisir ini bersifat gak mengikat, apalagi makin
banyak project gabungan antara 'mainstream' eropah seperti
dari inggris dan perancis dengan major industri amerika.
maka itulah bisa dikenal mulai dari hugh grant sampe rachel
weizz, ato keneth branagh (suaminya ema thompson?) yang
dari kebetulan inggris blon lagi depardieu ato garry oldman.
itu baru jajaran artis popularnya .. trus harry potter dst.

kebetulan pada masa itu, sekitar awal 90an ada beberapa
film popular yg dibuat dua versi dalam penanganan berbeda.
misalnya tentang pelayaran colombus yakni film 'conquest of
paradise' yang berselera eropah dgn sutradara ridley scott
dari inggris dengan aktor perancis gerard depardieu. film
kedua adalah 'colombus, the discovery' dari novel mario puzo.
walau masih sutradara inggris tp dipenuhi bintang hollywood
seperti marlon brando, tom selleck sampe benicio del toro
dan zeta jones (inggris) yg blon ngetop. walau sama banyak
dikritik, tapi versi ridley scott konon kalah popular di as.
lalu 'frankenstein' ala keneth branagh yg meski diperkuat
robert de niro namun konon gagal secara komersil.

tentang apresiasi film, balik ke urusan dan selera pribadi.
jangan terlalu ngikut ato telan mentah apa kata orang lain
karena tiap penonton mengalami proses belajar.

Tidak ada komentar:

Preketers