Selasa, 19 Mei 2009
Surat Presiden Iran untuk George Bush (terjemahan) astrid_fofa
Dalam beberapa waktu Saya sempat berpikir, bagaimana bisa kontradiksi yang
tidak dapat diingkari dalam kancah dunia internasional ini, di mana
masyarakat dan pada khususnya di kalangan politik dan mahasiswa, dapat di
benarkan. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini yang tak
terjawab. Karena itu saya kemudian memutuskan agar sebagian dari
kontradiksi
dan pertanyaan-pertanyaan itu bisa saya tanyakan. Mungkin akan ada
kesempatan untuk membenarkan masalah tersebut.
Apakah bisa; pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah satu Nabi besar ilahi
dapat berpegang teguh dengan hak-hak asasi manusia dengan menjadikan
Liberalisme sebagai model peradaban dengan memperluas persenjataan nuklir
dan pembunuhan massal untuk menunjukkan ketidaksetujuannya dan menjadikan
peperangan melawan terorisme sebagai slogannya?
Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat yang satu dan universal tetap
harus diusahakan. Sebuah masyarakat yang akan diperintah oleh Nabi Isa
A.S.
dan orang-orang baik di muka bumi.
Namun pada saat yang sama;
Negara-negara diserang. Jiwa, kehormatan, keberadaan orang-orang dan
nilai-nilai kemudian runtuh. Sebagai contoh, hanya dikarenakan adanya
sebuah
kemungkinan keberadaan beberapa orang pelaku kriminal di sebuah desa, kota
atau bersama sebuah iring-iringan, seluruh desa, kota dan iring-iringan
harus dibabat habis.
Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata pemusnah massal di sebuah
negeri
lalu negeri tersebut dikuasai? Sekitar ratusan ribu masyarakat negara itu
harus tewas. Sumber-sumber air, pertanian dan industri rusak dan sekitar
180.000 pasukan militer tinggal di sana.
Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah masyarakat telah dihancurkan dan
mungkin sekitar lebih dari 50 tahun sebuah negara menjadi terkebelakang.
Dengan anggaran belanja seperti apa? Dengan menghabiskan miliaran
dolar dari
harta kekayaan sebuah negara dan sebagian negara yang lain atau dengan
mengirimkan puluhan ribu pemuda sebagai pasukan penyerang. Meletakkan
mereka
di tempat pembunuhan serta menjauhkan mereka dari keluarganya, mengotori
tangan mereka dengan darah orang lain, menekan jiwa mereka sehingga setiap
hari sejumlah dari mereka melakukan tindakan bunuh diri. Ketika mereka
kembali ke negara mereka masing-masing tersiksa dan tertekan di sertai
dengan penyakit yang beragam. Sebagian lainnya telah terbunuh dan jenazah
mereka telah diterima oleh keluarga mereka.
Hanya dengan alasan adanya senjata pemusnah massal, sebuah tragedi besar
telah tercipta baik untuk masyarakat yang negaranya dijajah atau penjajah.
Sementara pada akhirnya jelas bahwa senjata pemusnah massal tidak pernah
ada.
Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah seorang diktator dan pembunuh.
Namun tujuan peperangan yang dilakukan bukan untuk menumbangkannya tapi
usaha untuk menemukan senjata pembunuh massal yang sudah diumumkan
sebelumnya. Saddam dalam rangkaian ini telah tumbang. Masyarakat
sekitarnya
merasa senang dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan yang dipaksakan
kepada Iran, Saddam di bantu dan dibela oleh Barat.
Tuan Presiden...
Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya seorang dosen. Mahasiswa saya
sering mempertanyakan bagaimana aksi-aksi yang ada ini disesuaikan dengan
nilai-nilai yang telah disampaikan di awal surat saya dengan agama
Nabi Isa
A.S. seorang Nabi perdamaian dan kasih sayang?
Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo yang tidak bakal diadili
secara adil, tidak memiliki akses untuk mendapat pembelaan dari seorang
pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan untuk melihat mereka dan di
luar dari negaranya sendiri diisolir sementara tidak ada pengawasan
internasional untuk mereka. Tidak jelas posisi mereka; apakah mereka
adalah
dipenjara, tawanan perang, tertuduh ataukah orang-orang yang telah
dihukum?
Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya penjara-penjara misterius di
Eropa.
Saya tidak dapat menerima penculikan dan penahanan orang-orang di
penjara-penjara misterius itu tanpa adanya sebuah sistem peradilan yang
berlaku di dunia. Dan saya tidak pernah mengerti bagaimana aksi-aksi yang
telah dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang telah saya sebutkan di
atas.
Dengan ajaran-ajaran Nabi Isa A.S. ataukah hak-hak asasi manusia ataukah
dengan nilai-nilai Liberalisme?
Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak mempertanyakan tentang
fenomena
bernama Israel. Pasti sebagian dari pertanyaan-pertanyaan itu telah Anda
dengar. Dalam sejarah tercatat banyak negara yang telah dijajah. Namun
salah
satu fenomena kontemporer masa kita adalah sebuah pembentukan negara baru
dengan masyarakat yang baru pula.
Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak pernah ada negara dengan
nama ini. Dokumen-dokumen dan peta geografi dunia yang lama
ditunjukkan oleh
mereka sambil berkata, kami telah berusaha sedemikian rupa mencarinya
namun
kami tidak menemukan sebuah negara yang bernama Israel.
Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari lagi tentang perang dunia
pertama dan kedua. Sekali waktu seorang mahasiswa berkata, pada perang
dunia
kedua puluhan juta manusia tewas. Berita-berita perang dengan cepat
disebarkan dari kedua belah pihak yang berperang. Masing-masing
memberitakan
kemenangannya dan kekalahan lawan. Setelah perang dunia kedua selesai
mereka
mengklaim bahwa ada enam juta orang Yahudi tewas. Enam juta orang yang
sekurang-kurangnya dari dua juta kepala keluarga.
Kita andaikan saja bahwa berita ini benar. Apakah kesimpulan logisnya
adalah
pembentukan sebuah negara Israel di kawasan Timur Tengah dan atau membela
mereka habis-habisan? Bagaimana menganalisa dan menginterpretasikan
fenomena
semacam ini?
Tuan Presiden...
Anda pasti telah mengetahui dengan anggaran belanja dan pesan-pesan yang
seperti apa sehingga Israel terbentuk;
Dengan terbantainya ribuan jiwa.
Dengan mengungsikan jutaan jiwa penduduk asli kawasan.
Dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun dan
penghancuran
kota-kota dan tanah-tanah subur.
Tragedi ini tidak hanya terbatas pada masa pembentukan saja. Sangat
disayangkan selama 60 tahun hal ini berjalan dan akan terus berlanjut.
Rezim yang dibentuk ini bahkan tidak memiliki rasa belas kasihan terhadap
anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, rencana teror tokoh-tokoh Palestina
dengan terlebih dahulu mengumumkannya serta memenjarakan ribuan
orang-orang
Palestina. Fenomena ini pada abad-abad terakhir bila tidak dikatakan sulit
dicari tandingannya maka tentunya tidak ada bandingannya.
Pertanyaan besar lainnya dari kebanyakan masyarakat adalah ini. Mengapa
rezim yang seperti ini masih harus dibela?
Apakah pembelaan rezim yang semacam ini merupakan salah satu ajaran Nabi
Isa A.S. atau sesuai dengan nilai-nilai Liberalisme?
Dan apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri di tanah
Palestina
kepada pemilik aslinya baik yang tinggal di Palestina maupun di luar dan
baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan dengan
demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para Nabi?
Bila tidak bertentangan mengapa usulan referendum tidak pernah disetujui?
Akhirnya dengan pilihan rakyat Palestina telah terbentuk pemerintahan di
tanah Palestina. Semua pengawas yang tidak memihak mengukuhkan bahwa
pemerintah terpilih dipilih oleh rakyat. Dengan tanpa disangka pemerintah
terpilih ditekan sedemikian rupa agar menerima negara bernama Israel dan
tidak lagi meneruskan perjuangan serta melanjutkan program pemerintah
sebelumnya.
Seandainya pemerintah terpilih saat ini sejak awal mengumumkan
kebijakannya
seperti yang diinginkan, apakah masyarakat Palestina akan memilih mereka?
Apakah sikap yang semacam ini di hadapan pemerintah Palestina sesuai
dengan
nilai-nilai di atas? Demikian pula masyarakat bertanya-tanya, mengapa
resolusi PBB yang telah diputuskan di dewan keamanan PBB terhadap Israel
selalu diveto?
Tuan Presiden...
Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya hubungan dengan
mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, yang dengan berbagai
bentuk, melakukan hubungan dengan saya. Mereka melihat kebijakan ganda
yang
ada ini tidak sesuai dengan logika apapun. Bukti-bukti menunjukkan
bagaimana
kebanyakan masyarakat di kawasan dari hari ke hari semakin marah dengan
kebijakan yang dilakukan.
Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan, namun saya
ingin
menunjukkan beberapa poin yang lain.
Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur Tengah
dianggap dan di promosikan sebagai ancaman terhadap rezim Israel? Apakah
usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar masyarakat?
Kemungkinan Anda memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain abad
pertengahan pada bagian mana dari sejarah dan di mana, kemajuan ilmu dan
teknologi dianggap sebagai sebuah kejahatan? Apakah dengan mengandaikan
kemungkinan dipakainya ilmu dan teknologi untuk maksud-maksud militer
dapat
menjadi alasan untuk menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang
demikian adalah benar, maka seluruh ilmu harus ditentang bahkan fisika,
kimia, matematika, kedokteran, arsitektur dan lain-lain.
Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya tidak ragu
bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal yang tidak
terpuji.
Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain berdusta terhadap Anda.
Tuan Presiden...
Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk mempertanyakan
mengapa
selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan terpilih dari rakyat
dan pada saat yang sama adanya pembelaan bagi mereka yang ingin melakukan
kudeta terhadap pemerintahan terpilih. Mengapa ancaman selalu diarahkan
kepada mereka?
Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja, kreatif dan
memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam menjamin
kebutuhan dan
kemajuan materi dan maknawi masyarakat dunia. Kemiskinan dan kepapaan di
sebagian besar Afrika menjadi kendala terbesar untuk dapat memainkan peran
penting tersebut.
Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan luar biasa dan
barang tambang mereka dijarah padahal mereka lebih membutuhkan dari orang
lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan ajaran Nabi Isa dan
hak-hak
asasi manusia?
Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak pertanyaan.
Salah satunya; Kudeta 28 Murdad terhadap pemerintahan waktu itu pada lima
puluh dua tahun yang lalu, berhadap-hadapan dengan revolusi Islam dan
menjadikan kedutaan Amerika menjadi markas besar, dengan memiliki ribuan
dokumen, yang membela mereka yang tidak setuju dengan Republik Islam,
melindungi Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, penembakan pesawat
penumpang Iran, menyandera harta masyarakat Iran, ancaman-ancaman yang
semakin meningkat dengan menunjukkan ketidaksetujuan serta kemarahan atas
kemajuan ilmu dan teknologi serta nuklir masyarakat Iran, padahal semua
orang Iran gembira dengan kemajuan negara mereka dan mengadakan acara
untuk
keberhasilan mereka. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini dan
untuk
menjelaskannya di surat ini tidak saya cantumkan.
Tuan Presiden...
Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang mengerikan.
Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di bagian mana saja dari dunia
ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan. Pemerintah kami pada waktu
itu mengumumkan rasa kebencian terhadap pelaku kejadian dan sekaligus
mengucapkan belasungkawa kepada mereka yang ditinggalkan.
Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta dan
kehormatan
rakyatnya. Seperti yang dikatakan bahwa negara Anda memiliki sistem
keamanan, penjagaan dan informasi yang luas dan canggih. Bahkan para
penentang yang berada di luar negeri pun diburu. Operasi 11 September
bukan
operasi yang mudah. Apakah konsep dan pelaksanaan operasi tersebut dapat
bekerja tanpa kerja sama dengan sistem informasi dan keamanan dan atau
pengaruh yang luas di sana dapat terjadi? Tentunya ini hanya sebuah
kemungkinan dari orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain
dari kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi
bahwa
siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan mengapa para
pelaku dan
mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?
Tuan Presiden...
Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan ketenangan
kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan negara-negara tetangga poros
krisis dunia selama bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan
ketenangan.
Setelah peristiwa 11 September bukannya meredam jiwa dan menenangkan
mereka
yang terkena musibah. Masyarakat Amerika adalah yang paling menderita
akibat
kejadian tersebut sementara sebagian dari media Barat malah
membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa mengabarkan adanya
kemungkinan serangan teroris dan mereka sengaja menjaga agar masyarakat
senantiasa dalam kondisi takut dan khawatir. Apakah ini namanya melayani
rakyat Amerika? Apakah kerugian yang berasal dari ketakutan dan
kekhawatiran
dapat dihitung?
Coba gambarkan! Rakyat Amerika merasa bakal ada serangan. Di jalanan,
tempat
kerja dan di rumah mereka merasa tidak aman. Siapa yang dapat menerima
kondisi seperti ini? Mengapa media bukannya memberitakan hal-hal yang
dapat
menenangkan dan memberikan keamanan malah mengabarkan ketidakamanan?
Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini sebagai fondasi dan
alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah begini kiranya baik
bila saya
berikan sedikit petunjuk terkait dengan media.
Dalam prinsip dasar media, penyampaian informasi yang benar dan menjaga
amanat dalam menyebarkan berita adalah dasar yang manusiawi dan diterima.
Saya merasa perlu untuk mengucapkan dan mengumumkan rasa penyesalan yang
dalam atas ketiadaan rasa tanggung jawab sebagian media Barat dengan
kewajiban ini. Alasan asli agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah
massal. Tema ini diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya
dan menjadi dasar untuk menyerang Irak.
Apakah kebenaran tidak akan hilang pada situasi yang dibuat-buat dan
berisi
kebohongan?
Apakah hilangnya sebuah kebenaran sesuai dengan tolok ukur yang telah
dijelaskan sebelumnya?
Apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
Tuan Presiden...
Di semua negara masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja negaranya
sehingga pemerintah dapat melayani mereka. Pertanyaannya di sini, dengan
anggaran tahunan ratusan miliar dolar pengiriman pasukan ke Irak apa yang
didapat oleh masyarakat?
Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian Amerika masyarakat
hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah. Pengangguran
adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih terjadi juga di
negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti ini pengiriman
sejumlah besar pasukan dan itu pun dengan anggaran luar biasa dari
masyarakat dapat dibenarkan dan sesuai dengan dasar-dasar yang telah
disebutkan sebelumnya?
Tuan Presiden...
Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan masyarakat
dunia;
kawasan kami dan masyarakat Anda. Namun maksud asli saya yang
setidak-tidaknya akan Anda benarkan sebagai berikut:
Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya berkuasa. Namun
nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di masa depan,
dekat atau jauh, senantiasa dinilai. Masyarakat akan berkata, dalam
periode
kita ini apa yang telah terjadi.
Apakah untuk masyarakat kita menyiapkan keamanan dan kesejahteraan atau
ketidakamanan dan pengangguran.
Apakah kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya kelompok khusus yang
ingin kita lindungi. Itu pun dengan harga kemiskinan dan kepapaan sebagian
besar masyarakat dunia. Apakah kita akan memilih untuk mengutamakan
sekelompok kaum minoritas dengan segala kekayaan dan pangkat dan kerelaan
mereka ketimbang kerelaan Tuhan?
Apakah kita telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita
tidak memandang sedikit pun kepada mereka.
Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia ataukah dengan
memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap urusan sebuah
negara dan dengan mengadakan sel-sel yang menakutkan memenjarakan sebagian
orang di sana?
Apakah kita telah berbuat untuk terwujudnya perdamaian dunia ataukah kita
menyebarkan ancaman dan kekerasan di seluruh dunia?
Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan masyarakat
dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang telah diputarbalikkan.
Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah pembela para penjajah dan
penzalim?
Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian,
mengamalkan
perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani masyarakat, kesejahteraan dan
kemajuan dan menjaga kehormatan manusia lebih dipentingkan ataukah
kekuatan
persenjataan, ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian
kepada
masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan merusak hak-hak
manusia?
Pada akhirnya mereka akan berkata, apakah kita masih setia dengan sumpah
yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat dan perjanjian asli
kita
dan ajaran-ajaran para Nabi ataukah tidak?
Tuan Presiden...
Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan proses yang
semacam ini dunia akan menuju kemana?
Sampai kapan masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan
tidak benar dari para penguasa?
Sampai kapan cakrawala ketakutan harus dihadapkan kepada masyarakat dunia
akibat ditimbunnya senjata pemusnah massal?
Sampai kapan darah anak-anak, para wanita dan laki-laki harus mengalir di
atas batu-batu jalanan dan rumah-rumah mereka harus dihancurkan?
Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini?
Apakah Anda berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung
terus?
Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai keamanan,
pertahanan, pengiriman pasukan dialokasikan sebagai modal dan bantuan bagi
negara-negara miskin, pengembangan kebersihan, berperang melawan berbagai
macam penyakit, penghijauan dan pengentasan kemiskinan dan keterbatasan,
menggalang perdamaian, menghilangkan perselisihan antar negara-negara,
menghilangkan peperangan kabilah dan ras dan lain-lain. Dapat dibayangkan
bagaimana dunia sekarang? Dan apakah pemerintahan dan rakyat Anda tidak
merasa bangga dengan ini?
Apakah posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak akan
semakin kokoh?
Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus mengucapkan
apakah ada
kenaikan tingkat kebencian masyarakat dunia terhadap pemerintah Amerika?
Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang pun.
Apakah bila hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Ismail, Yusuf dan atau
Nabi Isa A.S. hadir di dunia ini dan dengan melihat perilaku yang semacam
ini apa kata mereka? Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi
oleh
keadilan dengan kehadiran Nabi Isa A.S. akan memberikan kita peran? Apakah
mereka akan menerima kita?
Pertanyaan kunci saya di sini; Apakah jalan yang lebih baik dalam
pergaulan
dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
Hari ini di dunia ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta orang Islam
dan jutaan lagi orang pengikut Nabi Musa A.S. Semua agama ilahi dalam satu
kalimat bersatu dan itu adalah kalimat tauhid, yaitu keyakinan akan Tuhan
Yang Esa dan selain Dia tidak ada tuhan di dunia ini.
Al-Quran al-Karim menegaskan akan kalimat yang satu ini dan ia memanggil
semua pengikut agama ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:
"Katakanlah : "Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat
(ketetapan) yang
tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah
kecuali
Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula)
sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada
Allah." (Ali Imran: 64)
Tuan Presiden...
Berdasarkan firman ilahi kita semua diajak untuk menyembah Allah Yang Esa
dan mengikuti utusan-utusan ilahi.
" Penyembahan kepada Tuhan Yang Esa yang Maha kuasa dan berkuasa atas
segala
sesuatu", Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang tersembunyi dan tampak,
dahulu dan akan datang dan Ia mengetahui apa yang terlintas di benak
hamba-Nya dan Ia mencatat amalan mereka", "Tuhan Sang pemilik langit dan
bumi dan semua alam di bawah kekuasaan-Nya", "Pengaturan seluruh alam di
tangan-Nya dan Ia memberikan janji untuk mengampuni dosa-dosa
hamba-Nya", Ia
penolong mereka yang terzalimi dan musuh mereka yang menzalimi", Dia Maha
Pengasih dan Penyayang", "Ia penolong kaum mukminin dan Ia menuntun mereka
dari kegelapan kepada keterang-benderangan", "Ia mengawasi perbuatan
hamba-hamba-Nya", " Ia menyerukan hamba-Nya untuk beriman dan berbuat baik
dan menginginkan agar mereka berbuat berdasarkan kebenaran dan untuk tetap
istiqamah dalam kebenaran", " Allah menyerukan agar hamba-hamba-Nya untuk
menaati utusan-Nya dan Ia sebagai saksi dan pengawas perbuatan
hamba-hamba-Nya", "Puncak keburukan terkait dengan orang-orang yang
menginginkan kehidupan yang terbatas di dunia ini dan tidak mengikuti
perintah-Nya dan menzalimi hamba-hamba Allah", "Puncak kebaikan dan surga
yang kekal hanya akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di
hadapan keagungan ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya".
Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah
satu-satunya
jalur kebahagiaan dan kesuksesan. Saya mendengar bahwa Anda adalah seorang
penganut Kristen dan percaya akan janji ilahi akan adanya pemerintahan
orang-orang baik di muka bumi.
Kami juga percaya bahwa Nabi Isa A.S. adalah salah satu Nabi besar ilahi.
Dalam al-Quran Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar biasa dan ini
adalah
ucapan Nabi Isa A.S. yang dinukil oleh al-Quran:
"Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia
oleh kamu
sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)
Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para Nabi. Tuhan
seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-negara kepulauan,
seluruh dunia hanya satu Tuhan dan itu adalah Tuhan yang memberikan
hidayah
dan menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya dan memberikan
kehormatan kepada umat manusia.
Dan dalam firman Allah: "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi
mengutus para
Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat untuk memberi
petunjuk kepada manusia. Pengutusan itu agar mereka menunjukkan
tanda-tanda
kebesaran ilahi kepada manusia. Dengan begitu manusia dapat disucikan dari
dosa. Allah mengirimkan kitab dan mizan agar manusia dapat menegakkan
keadilan dan dapat meninggalkan orang-orang yang berbuat zalim".
Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada di kitab suci.
Para Nabi dan utusan ilahi memberikan janji:
Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan Allah untuk
diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat baik akan diantarkan
ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan menanggung perbuatannya
dengan
menerima siksa ilahi. Saya berpikir bahwa kita berdua sama meyakini akan
hari itu.
Tentunya perhitungan para penguasa tidak akan ringan. Hal itu karena harus
menjawab kepada masyarakat dan semua orang atas setiap perbuatan kita yang
ada hubungannya dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
Para Nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan prinsip-prinsip
penyembahan kepada Allah, menjaga harkat dan martabat manusia bagi seluruh
manusia.
Bila kita semua meyakini tauhid dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan,
menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan manusia dan hari akhir, apakah
tidak bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang diakibatkan oleh
kejauhan dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran para Nabi, dengan
prinsip itu dengan lebih baik dan indah?
Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan menjamin
perdamaian, persaudaraan dan keadilan?
Apakah prinsip-prinsip itu bukan merupakan ajaran tertulis atau tidak
tertulis mayoritas masyarakat dunia?
Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Kembali secara hakiki
kepada
ajaran-ajaran para Nabi, kepada tauhid dan keadilan, kepada penjagaan
terhadap harkat dan martabat manusia dan kepada ketaatan terhadap
Tuhan dan
utusan-utusan-Nya
Tuan Presiden...
Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam jalur
kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan nasib
manusia
di tangan penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia begitu
saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang bertolak belakang dengan
rencana-rencana para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa
ada kekuatan misterius di atas segalanya di balik semua ini yang mengatur
semua hal.
Tuan Presiden...
Apakah tanda-tanda perubahan di dunia kini dapat diingkari? Apakah keadaan
dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu dapat dibandingkan.
Perubahan
terjadi begitu cepat dan dengan dimensi yang sangat luas.
Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka tidak
percaya
dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh pun di dunia.
Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka tidak setuju
dengan berkembangnya kondisi ini begitu juga dengan perang. Mereka juga
tidak setuju dengan kebijakan ganda.
Masyarakat dunia protes akan adanya jurang pemisah yang dalam antara
mereka
yang kaya dan miskin dan antara negara yang sejahtera dan miskin.
Masyarakat
semakin membenci kebejatan moral yang semakin meningkat.
Mayoritas masyarakat di negara-negara merasa tidak puas karena basis
budaya
mereka terancam dan institusi keluarga yang berantakan serta kasih sayang
dan cinta kasih yang semakin luntur.
Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu dikarenakan hak-hak
mereka tidak dipertahankan.
Liberalisme dan Demokrasi Barat tidak mampu mendekatkan manusia kepada
idealisme mereka. Liberalisme dan Demokrasi adalah dua kata pecundang.
Para
pemikir dan cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya
pemikiran dan sistem Liberal-Demokrasi.
Hari ini perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada sebuah fokus.
Dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Dan tentunya masyarakat dengan tauhid
dan berpegangan dengan ajaran-ajaran para Nabi akan dimenangkan atas
masalah
yang dihadapi. Pertanyaan penting dan serius saya di sini:
Apakah Anda tidak ingin menyertai mereka?
Tuan Presiden...
Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan Allah dan
keadilan dan
kehendak Allah akan mengalahkan segala-galanya.
Keselamatan kepada mereka yang mengikuti petunjuk
Mahmud Ahmadi Nejad
Presiden Republik Islam Iran
Tehran 17-02-1384
07-05-2006
Kehidupan Presiden Iran
TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad; "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran."
Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya.
Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Lihat foto2 berikut yang menegaskan penjelasan di atas.
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka
Foto berikutnya memperlihatkan ruang makan di mana presiden sedang menikmati makanannya.Foto-foto lainnya:


Kisah menarik Ahmadinejad (Presiden Iran )
Judul Buku “Ahmadinejad, David di Tengah Angkara Goliath Dunia”
Terbitan Himah Teladan, kelompok Mizan.
Dan kini ada Ahmadinejad, seorang tokoh in reality! Seberapa sederhanakah beliau ini? Let me tell you. Berikut ini saya kutipkan sebagian dari yang saya baca dari buku tersebut. Konon ketika beliau sudah menjabat sebagai walikota Teheran yang memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta ia masih tampil dengan sepatu yang bolong-bolong. Ia menyapu jalanan Teheran dan bangga dengan itu. Sampai sekarang pun ia masih tampil dengan kemeja lengan panjang sederhana sehingga jika kita tidak mengenalnya dan bertemu dengannya kita tidak akan pernah mengira bahwa beliau adalah seorang presiden. Ya presiden dari sebuah negara besar. Di Balikpapan di mana saya tinggal bahkan hampir semua guru rasanya punya jas.
Sebelum menjabat sebagai presiden Iran beliau adalah walikota Teheran, periode 2003-2005. Teheran, ibukota Iran, kota dengan sejuta paradoks, memiliki populasi hampir dua kali lipat dari Jakarta, yaitu sebesar 16 juta penduduk. Untuk bisa menjadi walikota dari ibukota negara tentu sudah merupakan prestasi tersendiri mengingat betapa Iran adalah negara yang dikuasai oleh para mullah. Ia bukanlah ulama bersorban, tokoh revolusi, dan karir birokrasinya kurang dari 10 tahun. Beliau tinggal
di gang buntu, maniak bola, tak punya sofa di rumahnya, dan kemana-mana dengan mobil Peugeot tahun 1977. Penampilannya sendiri jauh dari menarik untuk dijadikan gosip, apalagi jadi selebriti. Rambutnya kusam seperti tidak pernah merasakan sampo dan sepatunya itu-itu terus, bolong disana-sini, mirip alas kaki tukang sapu jalanan di belantara Jakarta. Nah! Kira-kira dengan modal dan penampilan begini apakah ia
memiliki kemungkinan untuk menjabat sebagai walikota Depok saja, umpamanya?
Dalam tempo setahun pertanyaan tentang kemampuannya memimpin terjawab.
Warga Teheran menemukan bahwa walikotanya sebagai pejabat yang bangga
bisa menyapu sendiri jalan-jalan kota, gatal tangannya jika ada selokan yang mampet dan turun tangan untuk membersihkannya sendiri, menyetir sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga dini hari sekedar untuk memastikan bahwa Teheran dapat mejadi lebih nyaman untuk ditinggali.
“Saya bangga bisa menyapu jalanan di Teheran.”Katanya tanpa berusahauntuk tampil sok sederhana. Di belahan dunia lain sosoknya mungkin dapat dijadikan reality show atau bahkan aliran kepercayaan baru. Sejak hari pertama menjabat ia langsung mengadakan kebijakan yang bersifat religius seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan (ini tentu menarik hati para wanita di Teheran), menggandakan pinjaman
lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6 juta rial menjadi 12 juta rial, pembagian sup gratis bagi orang miskin setiap pekan, dan menjadikan rumah dinas walikota sebagai museum publik! Ia sendiri memilih tinggal di rumah pribadinya di kawasanNarmak yang miskin yang hanya berukuran luas 170 m persegi. Ia bahkan
melarang pemberian sajianpisang bagi tamu walikota mengingat pisang merupakan
buah yang sangatmahal dan bisa berharga 6000 rupiah per bijinya. Ia juga menunjukkandirinya sebagai pekerja keras yang sengaja memperpanjang jam kerjanya
agar dapat menerima warga kota yang ingin mengadu.
Namun salah satu keberhasilannya yang dirasakan oleh warga kota Teheran adalah spesialisasinya sebagai seorang doktor dibidang manajemen transportasi dan lalu lintas perkotaan. Sekedaruntuk diketahui, kemacetan kota Teheran begitu parahnya sehingga saya pernah dikirimi salah satu foto lelucon dari berbagai belahan dunia
dengan judul “Onlyin _Equot; . salah satunya dari Teheran dengan judul “Only in Teheran” dengan foto kemacetan lalu lintasnya yang bisa bikin penduduk Jakarta
menertawakan kemacetan lalu lintas di kotanya.
Secara dramatis ia berhasil menekan tingkat kemacetan di Teheran dengan mencopot
lampu-lampu di perempatan jalan besar dan mengubahnya menjadi jalur putar balik yang sangat efektif. Setalah menjabat dua tahun sebagai walikota Teheran ia masuk dalamfinalis pemilihan walikota terbaik dunia World Mayor 2005 dari 550 walikota yang masuk nominasi. Hanya sembilan yang dari Asia, termasuk Ahma dinejad.
Tapi itu baru awal cerita. Pada tanggal 24 Juni 2005 ia menjadi bahan pembicaraan seluruh dunia karena berhasil menjadi presiden Iran setelah mengkanvaskan ulama-cum-mlliter Ali Hashemi Rafsanjani dalam pemilihan umum. Bagaimana mungkin padahal pada awal kampanye namanya bahkan tidak masuk hitungan karena yang maju adalah para tokoh yang memiliki hampir segalanya dibandingkan dengannya? Dalam jajak
pendapat awal kampanye dari delapan calon presiden yang bersaing, Akbar hasyemi Rafsanjani, Ali Larijani, Ahmadinejad, Mehdi Karrubi, MohammedBhager Galibaf,
Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai, dan Mostafa Min, popularitas Ahmadinejad paling buncit. Pada masa kampanye ketika para kontestan mengorek sakunya dalam-dalam untuk menarik perhatian massa, Ahmadinejad bahkan tidak sanggup untuk
mencetak foto-foto dan atributnya sebagai calon presiden. Sebagai walikota ia menyumbangkan semua gajinya dan hidup dengan gajinya sebagai dosen. Ia tidak mampu untuk mengeluarkan uang sepeser pun untuk kampanye! Sebaliknya ia justru menghantam para calon presiden yang menggunakan dana ratusan milyar untuk berkampanye atau yang bagi-bagi uang untuk menarik simpati rakyat.
Pada pemilu putaran pertama keanehan terjadi, Nama Ahmadinejad menyodok ke tempat ketiga. Di atasnya dua dedengkot politik yang jauh lebih senior di atasnya, Akbar Hashemi Rafsanjani dan Mahdi Karrubi. Rafsanjani tetap menjadi favorit untuk memenangi pemilu ini mengingat reputasi dan tangguhnya mesin politiknya. Tapi rakyat Iran punya rencana dan harapan lain, Ahmadinejad memenangi pemilu dengan 61 % sedangkan Rafsanjani hanya 35%. Logika real politik dibikin jungkir balik olehnya.
Ahmadinejad memang penuh dengan kontroversi. Ia presiden yang tidak berasal dari mullah yang selama puluhan tahun telah mendominasi hampir semua pos kekuasaan di Iran, status quo yang sangat dominan. Ia juga bukan berasal dari elit yang dekat dengan kekuasaan, tidak memiliki track-record sebagai politisi, dan hanya memiliki
modal asketisme, yang untuk standar Iran pun sudah menyolok. Ia seorang revolusioner sejati sebagaimana halnya dengan Imam Khomeini dengan kedahsyatan aura yang berbeda. Jika Imam Khomeini tampil mistis dan sufistis, Ahmadinejad
justru tampil sangat merakyat, mudah dijangkau siapapun, mudah dipahami
dan diteladani. Ia adalah sosok Khomeini yang jauh lebih mudah untuk
dipahami dan diteladani. Ia adalah figur idola dalam kehidupan nyata.
Seorang ’satria piningit’ yang mewujud dalam sosok nyata.Sebagaimana mentornya, ia tidak terpengaruh oleh kekuasaan. Kekuasaan seolah tidak menyentuh karakter-karakter terdalamnya. Ia seolah memiliki ‘kepribadian ganda’, di satu sisi ia bisa
bertarung keras untuk merebut dan mengelola kekuasaan, dan di sisi lain ia bertarung
sama kerasnya menolak segenap pengaruh kekuasaan agar tidak mempengaruhi batinnya. Tidak bisa tidak, dengan karakter yang demikian kompleks itu seorang revolusioner macam Ahmadinejad memang ditakdirkan untuk membuat banyak kejutan dan drama pada dunia. Ia memangkas semua biaya dan fasilitas kedinasan
yang tidak sine-qua-non terutama dengan urusan pribadi. Dalam pandangannya, untuk mewujudkan masyarakat Islam yang maju dan sejahtera, pejabat negara
haruslah memiliki standar hidup yang sama dengan rakyat kebanyakan., mencerminkan kehidupan nyata dari masyarakatnya, dan
tidak hidup di menara gading. Ia menetapkan PPN baru bagi orang-orang kaya dan
mengunakan dananya untuk membangun perumahan bagi rakyat miskin. Ia
membawa ‘uang minyak ke piring-piring orang miskin’ dengan program
“Reza Love Fund” (Reza adalah Imam ke delapan kaum Syiah) dengan mengalokasikan 1,3 milyar dollar untuk program bantuan bagi kalangan muda untuk menikah, memulai usaha baru, dan membeli rumah.
Meski mengagumi Imam Khomeini dan hidup asketis tidak berarti ia konservatif. Ia bahkan tampil moderat. Ketika ditanya apakah ia akan mengekang penggunaan jilbab yang kurang Islami di kalangan remaja Teheran, ia menjawab,:”Orang cenderung berpikir bahwa kembali ke nilai-nilai revolusioner itu hanya urusan memakai jilbab yang baik. Masalah sejati bangsa ini adalah lapangan kerja dan perumahan untuk semua, bukan apa yang harus dipakai.” Meski telah terpilih menjadi presiden ia sama sekali
tidak mengubah penampilannya. Ia tetap tampil bersahaja dan jauh dari pamor kepresidenan. Pada salah satu acara dengan kalangan mahasiswa salah satu peserta menanyakan penampilannya yang tidak menunjukkan tampang presiden tersebut. Dengan lugas ia menjawab,:”Tapi saya punya tampang pelayan. Dan saya hanya ingin menjadi pelayan rakyat.” Air mata saya mengalir membaca ini. Subhanallah! Alangkah rendah hatinya pemimpin satu ini. Tak salah jika ia dicintai oleh bagitubanyak mahluk Tuhan di seluruh muka bumi.
Saya tidak ingin menulis lebih panjang tentang tokoh satu ini. Saya menganjurkan setiap orang untuk membeli bukunya dan membacanya sendiri dan menikmatinya sebagaimana saya menikmatinya. Belikan satu buku untuk anak Anda dan biarkan ia mengenal satu tokoh besar dunia yang masih hidup dan mudah-mudahan kelak dapat mengikuti jejaknya. Saya hanya ingin menutup tulisan ini dengan pendapatnya mengapa ia bersikeras agar Iran memiliki teknologi nuklir. Katanya,:”Jika nuklir ini dinilai jelek dan kami tidak boleh menguasai dan memilikinya mengapa kalian sebagai
negara adikuasa boleh memilikinya? Sebaliknya, jika teknonuklir ini baik untuk kalian, mengapa kami tidak boleh juga memakainya?” Suatu argumen sederhana yang tidak mampu dijawab oleh negara-negara Barat.Itu sebabnya Bush tidak bersedia meladeninya dalam suatu tantangan debat di PBB.