Rabu, 15 April 2009

It's All About Me


RIZKI RAMADHAN
No ActioN nO miRacLe

ProloG..
Aku akrab dipanggil Dede. Terlahir di Jakarta, 9 Mei, dua puluh dua (24) tahun silam.
Hobiku baca buku dan mendengarkan musik. Jika sudah asyik dengan hobiku, dijamin yang lain pasti terlupakan!haha..

Sekelumit Tentang Aku..
Semasa kecil aku bersekolah di SDN.05 Pagi Jakarta Timur, kemudian dilanjutkan di SLTPN 252 Jakarta Timur, kemudian pendidikan lanjutan tingkat atas aku hatamkan di SLTAN 103 Jakarta Timur.
Setelah gagal mencoba SPMB, STAN, Broadscast Universitas Indonesia dan Politekhnik Universitas Indonesia, ternyata nasib mempertemukanku dengan kampus tercinta IISIP Jakarta. Huff,,panjang juga bukan perjalanannya?! Padahal sebelumnya aku tidak pernah tahu IISIP, apalagi jurnalistik, jurusan yang aku ambil.
Setelah mengalami banyak penolakan (kayak ngelamar kerja yah?!) dan kesana kemari untuk mencari kampus yang murah tetapi berkualitas, akhirnya seorang temanku merekomendasikan satu kampus yang terkenal Ilmu Jurnalistiknya, yakni IISIP Jakarta. Awalnya sih aku merasa kurang tertarik dan biasa saja, ternyata, tak disangka disinilah semua KEAJAIBAN itu dimulai…

Who Am I ?
Aku adalah anak keempat dari empat bersaudara. Kakakku yang pertama bernama Donna Herlifia, kemudian yang kedua bernama Siska Hernofia, yang ketiga Novrich Yudistira Putra, selanjutnya yang terakhir adalah aku, Rizki Ramadhan.
Keluargaku adalah keluarga yang menjunjung tinggi nilai keharmonisan. Aku beruntung mempunyai kakak yang asyik diajak ngobrol, sharing, dan yang terpenting mereka saling perhatian satu sama lain. Ketika berumur tiga tahun, aku telah banyak bertingkah laku yang membuat ibuku pusing tujuh putaran, ups! tujuh keliling.
Salah satunya aku minta disekolahkan. Bayangkan saja, ketika aku kecil belum ada yang namanya Play Group, yang ada cuma Taman Kanak-kanak, itupun umur minimalnya harus empat tahun. Pokoknya, aku selalu membuat ulah dan minta perhatian lebih kepada ibuku.
Maklumlah, mungkin karena ketika berumur satu tahun, ayahku sudah sering dirawat di Rumah Sakit, dan ibuku selalu menemaninya. Pada umur dua tahun setengah, ayahku meninggal dunia, karena penyakit jantung. Sejak saat itu pula, ibuku menjadi ibu sekaligus kepala rumah tangga yang menghidupi empat orang anaknya yang masih kecil-kecil.
Untuk menghidupi keempat orang anaknya, ibuku membuka took kelontong di rumah, semua Beliau lakukan untuk memperjuangkan hidup kami hingga dewasa, SALUTE FOR YOU MOM !!!

Friend Is Sip !!! (Friendship)
Sejak kecil aku punya gank kocak, terdiri dari Danil, Luki, dan aku. Kocak? Ya, karena kami suka membuat hal-hal konyol dan menggelikan tapi sarat makna persahabatan. Bersama mereka aku mengerti sebenar-benar makna persahabatan, juga kehidupan.

Four Barrels..
Beranjak dewasa, aku banyak dipertemukan dengan segelintir orang, yang pantas aku sebut sebagai Sahabat. Ketika SMP, aku bertemu dengan Sandy, Farhan, dan Nanang, dan kami merupakan tim yang hebat, apalagi latar belakang keluarga kami hampir sama.
Setiap akhir pekan kami selalu berkumpul dan menginap di rumah Sandy. Kami membentuk komunitas iseng-iseng dengan nama Four Barrels, yang merupakan plesetan dari Four Brothers (empat bersaudara).
Dari niat hanya ingin membuat komunitas iseng, akhirnya kami berempat sepakat untuk menjadikan komunitas ini wadah anak muda untuk belajar bersosialisasi, kemudian menambah jumlah anggota, kami berempat mengajak beberapa teman SMA kami untuk bergabung, setelah itu memilih ketua dan pengurus komunitas ini.
Sekarang Four Barrels sudah genap 5 tahun, dengan 51 orang anggota, setiap tahunnya Four Barrels melakukan pergantian kepengurusan. Bagiku mereka yang sudah menjadi bagian dari Four Barrels, sudah seperti saudaraku sendiri.
Kami tidak hanya kongkow dan hang out saja, setiap tahun kami selalu mengadakan bakti sosial, seperti buka puasa bersama anak yatim, memberikan sembako untuk keluarga tidak mampu dan lain sebagainya. Kami juga ikut berpartisipasi dalam rangka HUT Kemerdekaan R.I, dengan menghias mobil kami dan konvoi keliling Jakarta.

It’’’’’’’s My Li’’’’’””””””fe
Kuliah di IISIP Jakarta jurusan jurnalistik memang menyenangkan bagiku, aku ingin menjadi wartawan professional, karena di mata masyarakat wartawan adalah profesi yang hebat dan dikagumi, tetapi itu sebelum aku mengenal AUVI Pro.
AUVI Pro adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus IISIP Jakarta yang bergerak di bidang audio visual, disini kita dapat mengubah ide menjadi sebuah film. Semester dua, aku ikut UKM ini, setelah mengikuti beberapa test akhirnya aku terpilih dan masuk AUVI Pro di angkatan kelima, angkatan yang bisa dibilang angkatan paling komplit, bagiku (maaf narsis).
Aku seneng banget, karena banyak temen satu angkatan denganku yang tidak lulus seleksi, disini aku merasakan keEKSKLUSIFAN AUVI Pro, karena tidak sembarang orang bisa menjadi bagiannya, disini jugalah aku menemukan seorang Guru Spiritualku,,hahahaha...me
nurut kebanyakan orang dia adalah pribadi yang menyebalkan, sombong serta sok tahu, hanya sebagian orang saja yang menyadari bahwa dia adalah sosok pribadi yang sangat amat LUAR BIASA sangat mengagumkan, idenya sangat Fantastis, banyak yang aku pelajari darinya (YOUR THE BEST PAMAN). Tahun pertama aku disini, aku belajar banyak hal, aku jadi bisa mempergunakan computer dan mengedit sebuah video, ini hanya beberapa dari apa yang aku dapatkan di AUVI Pro.
Tahun kedua aku terpilih menjadi ketua AUVI Pro untuk periode 2006-2007, ketika memimpin AUVI Pro, aku membuat acara seminar dan workshop yang menurut aku sangat luar biasa karena pembicaranya adalah pakar perfilman, seperti Ody C. Harahap, Khristo Damar Alam, Yudi Datau, Jujur Prananto dan Jajang C. Noer. Setelah acara itu aku semakin sering membuat film-film eksperimental, yang membuatku semakin mencintai dunia perfilman.
Disinilah dilema yang membuatku bertanya-tanya, sebenarnya aku salah jurusan atau tidak yah? Hehe..ditambah lagi aku sempat mengapresiasikan pengetahuan yang sudah aku dapat di AUVI Pro dan komunitas film lainnya ke dalam sebuah film, dan film yang aku buat mendapatkan penghargaan pada festival film di Universitas Indonesia sebagai Best Movie dan Best Picture. Huff,,semakin membuatku merasa salah jurusan,,lagi..hehehe.

Preketers